Laporan UAS Keamanan Sistem Informasi – Implementasi Aplikasi Web, Virtual Disk Server 2003, dan Database pada MySQL

shares |

Pada tahap ini dilakukan konfigurasi web server menggunakan AppServ sebagai server lokal. Aplikasi web bernama jasa dipindahkan ke direktori root web server agar dapat diakses melalui browser. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa Apache, PHP, dan MySQL dapat berjalan dengan baik sebagai lingkungan simulasi server aplikasi.

1. Pada gambar ini terlihat XAMPP Control Panel dengan Apache yang sedang berjalan pada port 80 dan 443. Namun dalam praktik ini aplikasi dijalankan menggunakan AppServ pada port 81, sehingga penggunaan XAMPP tidak dijadikan server utama agar tidak terjadi bentrok layanan.





2. Implementasi Apache Web Server / Pemindahan File Aplikasi :

Pada tahap ini, file aplikasi yang diberikan oleh dosen berupa folder atau arsip bernama jasa terlebih dahulu diekstrak agar seluruh isi aplikasi dapat digunakan. Setelah proses ekstrak selesai, folder jasa dipindahkan ke direktori instalasi AppServ yang berada di drive C:. Di dalam folder AppServ terdapat folder www, yaitu folder utama web server yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan file aplikasi web. Oleh karena itu, folder jasa harus diletakkan di dalam direktori C:\AppServ\www agar dapat dibaca dan dijalankan oleh server. Setelah folder berhasil dipindahkan, lokasi aplikasi menjadi C:\AppServ\www\jasa. Dengan demikian, aplikasi sudah berada di tempat yang benar dan dapat diakses melalui browser menggunakan alamat http://localhost:81/jasa. Proses ini menunjukkan bahwa file aplikasi telah berhasil ditempatkan pada root directory web server AppServ dan siap digunakan untuk tahap selanjutnya, seperti pengujian aplikasi, import database, dan konfigurasi koneksi database.









Pada gambar ini terlihat halaman utama phpMyAdmin berhasil dibuka melalui browser. Hal ini menunjukkan bahwa layanan database MySQL sudah berjalan dan dapat diakses dengan baik melalui phpMyAdmin. Pada tampilan tersebut juga terlihat informasi server database, seperti server 127.0.0.1, jenis server MySQL, versi MySQL, serta informasi web server. Tahap ini menjadi bukti bahwa phpMyAdmin sudah siap digunakan untuk membuat database dan mengelola data aplikasi.


Pada gambar selanjutnya terlihat database dengan nama aurel_amelia sudah berhasil dibuat di phpMyAdmin. Namun, pada bagian isi database masih muncul keterangan bahwa belum ada tabel di dalam database tersebut. Artinya, database sudah tersedia tetapi belum diisi dengan struktur tabel atau data. Tahap ini dilakukan sebagai persiapan sebelum melakukan proses import file database .sql.



Pada screenshot ketiga terlihat proses import database berhasil dilakukan ke dalam database aurel_amelia. Terdapat keterangan “Import has been successfully finished” yang menandakan bahwa file SQL berhasil dimasukkan ke dalam database. Setelah proses import selesai, muncul beberapa tabel seperti biaya, transaksi, dan user. Hal ini menunjukkan bahwa database aplikasi jasa cuci sudah berhasil dimigrasikan dan siap digunakan oleh aplikasi web.


Pada gambar pertama terlihat aplikasi Jasa Cuci berhasil dibuka melalui browser dengan alamat http://localhost:81/jasa/. Halaman yang tampil adalah halaman Login Admin, yang menandakan bahwa aplikasi sudah berhasil terhubung dengan web server AppServ dan dapat dijalankan melalui localhost. Pada halaman ini pengguna harus memasukkan username dan password agar dapat masuk ke halaman utama aplikasi.

Pada gambar kedua terlihat proses perubahan data pada tabel user melalui phpMyAdmin. Pada bagian password, digunakan fungsi MD5 dan nilai password diisi dengan 12345. Hal ini dilakukan agar password tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa, tetapi diubah menjadi bentuk enkripsi/hash MD5. Selain itu, pada kolom nama juga diubah menjadi nama asli, yaitu Aurel Amelia Putri, agar nama tersebut dapat tampil pada halaman dashboard aplikasi setelah berhasil login.


Pada gambar ketiga terlihat data user setelah berhasil diperbarui. Password yang sebelumnya diisi dengan 12345 sudah berubah menjadi bentuk hash MD5, yaitu 827ccb0eea8a706c4c34a16891f84e7b. Hal ini membuktikan bahwa proses enkripsi password menggunakan MD5 berhasil dilakukan. Data nama juga sudah berubah menjadi Aurel Amelia Putri, sehingga data user sudah sesuai dengan kebutuhan praktik UAS.





Pada gambar keempat terlihat bahwa proses login berhasil dilakukan dan pengguna masuk ke halaman utama aplikasi. Pada halaman dashboard muncul tulisan “Halo Aurel Amelia Putri, Anda login sebagai Admin.” Hal ini menunjukkan bahwa perubahan nama pada database berhasil terbaca oleh aplikasi. Selain itu, login menggunakan password 12345 juga berhasil karena password tersebut sudah disesuaikan dengan format MD5 pada database.

Berdasarkan rangkaian screenshot tersebut, aplikasi Jasa Cuci berhasil dijalankan melalui AppServ. Database juga berhasil dikonfigurasi dengan mengubah password user menjadi format MD5 dan mengganti nama pengguna menjadi Aurel Amelia Putri. Setelah dilakukan pengujian login, aplikasi berhasil masuk ke dashboard admin, sehingga proses konfigurasi database, enkripsi password, dan validasi login dinyatakan berhasil.


Dari gambar tersebut di CMD masuk kedalam folder jasa yang ada di C: dengan mengetik cd C:\AppServ\www\jasa lalu jika ingin read only bisa ketik attrib +r index.php jadi nanti file index.php tersebut hanya bisa di baca saja tanpa di edit sama sekali. jika ingin mengubah pengaturannya jadi bisa di edit lagi bisa ketik attrib -r index.php di cmd lagi.


3. KONFIGURASI VIRTUAL DISK 

Pada VirtualBox bagian Settings > Storage, ditambahkan virtual hard disk baru dengan nama Server2003_6.vdi. Virtual disk ini digunakan sebagai media penyimpanan tambahan pada Windows Server 2003


Pada jendela Create Virtual Hard Disk, dibuat file hard disk virtual dengan format VDI (VirtualBox Disk Image) dan ukuran 15 GB. Disk ini bersifat virtual, sehingga nantinya akan terbaca sebagai hard disk tambahan di dalam Windows Server 2003.


Pada Windows Server 2003, pengguna membuka menu Run lalu mengetik perintah diskmgmt.msc. Perintah ini digunakan untuk membuka fitur Disk Management, yaitu tempat untuk mengatur hard disk, partisi, volume, dan drive letter pada sistem operasi server.


Setelah virtual hard disk ditambahkan dan Windows Server 2003 dijalankan, sistem mendeteksi adanya disk baru. Maka muncul Initialize and Convert Disk Wizard yang digunakan untuk mengenalkan disk baru agar dapat digunakan oleh sistem.


Pada tahap ini, pengguna memilih Disk 1 sebagai disk baru yang akan diproses. Disk tersebut perlu diinisialisasi terlebih dahulu agar bisa dibuat menjadi volume dan digunakan sebagai drive baru.
Setelah disk berhasil diinisialisasi, pengguna menjalankan New Volume Wizard. Wizard ini digunakan untuk membuat volume baru pada disk yang masih kosong agar bisa diformat dan diberi drive letter.


Pada bagian Select Volume Type, dipilih tipe Simple Volume. Simple Volume digunakan karena disk hanya dibuat sebagai penyimpanan biasa pada satu hard disk virtual, sehingga tidak membutuhkan tipe lain seperti spanned, striped, mirrored, atau RAID.


Pada halaman akhir wizard, terlihat pengaturan volume baru yaitu menggunakan drive letter F:, file system NTFS, ukuran sekitar 15 GB, dan label volume Aurel Amelia Putri. Setelah klik Finish, proses pembuatan volume akan berjalan.


Pada Disk Management, drive baru dengan nama Aurel Amelia Putri (F:) sudah muncul dan proses format mencapai 100%. Volume menggunakan file system NTFS dengan kapasitas sekitar 15 GB, sehingga virtual disk sudah siap digunakan sebagai penyimpanan tambahan di Windows Server 2003.





































































Related Posts

0 comments:

Post a Comment